Berita Indonesia Terbaru -Tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara membakar habis lahan ganja seluas lima hektare di Desa Jurong, Kecamatan Sawang, Rabu.

Dalam operasi penegakan hukum, polisi setempat menangkap seorang pria, yang diidentifikasi dengan inisial M, yang diduga pemilik perkebunan ganja. Sementara itu, tersangka lainnya bernama F lolos.

Menurut Kapolsek Lhokeumawe, Ajun Sen Com. Eko Hartanto, ada sekitar 15 ribu tanaman ganja di kawasan yang terletak di lereng bukit dan hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

Tanaman ganja yang diduga ditanam M dua bulan lalu dicabut dan dibakar, katanya.

Jika terbukti bersalah, tersangka bisa menghadapi hukuman penjara seumur hidup, tambahnya.

Polisi akan terus menindak pelaku narkoba di kabupaten Aceh Utara dengan bekerja sama dengan militer setempat dan petugas BNN, kata Hartanto.

“Kami mendesak anggota masyarakat kami untuk membantu kami memerangi narkoba dengan memberi tahu kami jika mereka menemukan perkebunan ganja di dalam wilayah administrasi Polsek Lhokseumawe,” tambahnya.

Aceh adalah salah satu provinsi di Indonesia yang tetap rentan terhadap kejahatan narkoba.

 

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara Musnahkan Lahan Ganja Seluas 5 Ha

 

Pada 22 Oktober 2020, Badan Narkotika Nasional (BNN) -Kantor Aceh telah menghancurkan 3,5 hektar perkebunan ganja di lereng gunung di kawasan Lamteuba, Kabupaten Aceh Besar.

Dibantu oleh anggota polisi dan militer setempat, puluhan petugas BNN telah mencabut ribuan tanaman ganja yang ditanam di lokasi hutan yang rusak dan membakarnya.

Kepala BNN-Aceh Heru Pranoto mengatakan, menghancurkan perkebunan ganja di salah satu lereng Gunung Seulawah adalah bagian dari perang melawan narkoba oleh aparat penegak hukum Aceh.

“Misi bersama kami tidak akan pernah berakhir. Kami akan terus mencari perkebunan ganja lainnya. Petugas BNN sudah berulang kali memusnahkan ganja yang dibudidayakan di Aceh selama setahun terakhir ini,” ujarnya.

Partisipasi penduduk lokal dalam perang melawan narkoba dan informasi yang diberikan oleh mereka telah membantu petugas BNN mendeteksi dan menghancurkan perkebunan ganja, yang sebagian besar terletak di daerah terpencil, tambahnya.

Ganja hanyalah salah satu obat terlarang yang secara rutin diangkut oleh pengedar narkoba di Aceh ke provinsi lain di Indonesia, kata polisi.

Ada juga upaya untuk menyelundupkan sabu kristal ke Aceh dari Malaysia untuk perdagangan di dalam dan di luar provinsi, kata para pejabat.

Semoga artikel ini bermanfaat untukmu ya!